Menhaj: Biaya Haji 2026 Turun 200 Riyal, Negara Hemat Rp180 Miliar
liputanmasa— Ada kabar dari Arab Saudi. Pemerintah mereka umumkan penurunan biaya layanan ibadah haji tahun 2026.
Yang di sasar: pos layanan Armuzna. Itu layanan di Arafah, Muzdalifah, Mina.
Di pangkas 200 riyal per jamaah. Kalau di hitung total, penghematan anggaran bisa tembus Rp180 miliar.
Negosiasi, Bukan Diskon Dadakan
Menurut Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), penurunan ini bukan bonus tiba-tiba. Hasil dari negosiasi langsung. Dengan penyedia layanan di sana.
Nggak ada pungutan tambahan. Nggak ada syarat aneh-aneh.
Kata mereka, kualitas layanan tetap. Tenda jamaah tetap luas. Nggak di ganti yang lebih sempit.
Dari 2.300 Jadi 2.100 Riyal
Sebelumnya biaya layanan Armuzna ada di angka 2.300 riyal.
Setelah negosiasi? Turun jadi 2.100. Efeknya langsung terasa di pembukuan.
Tapi ini baru satu bagian. Biaya total haji 2026 masih dalam pembahasan. Termasuk komponen akomodasi, transportasi, dan lainnya.
Nggak Mau Korbankan Kualitas
Pemerintah bilang ini bukan soal cari murah.
“Standar tetap. Jamaah tetap di layani dengan baik,” begitu pernyataan yang di rilis.
Tujuannya jelas: jaga kualitas, tapi tekan beban biaya. Apalagi buat jamaah Indonesia yang jumlahnya ratusan ribu.
Rp180 Miliar Itu Bisa Buat Banyak
Potongan 200 riyal per orang mungkin terdengar kecil.
Tapi kalau di kalikan semua jamaah? Jadi besar.
Sekitar Rp180 miliar. Angka itu bisa di pakai untuk bantu sektor lain. Atau untuk jaga stabilitas biaya di tengah tekanan fiskal.
