Nasional

Gus Yahya: PBNU Tak Ikut-ikutan Soal Korupsi Kuota Haji

liputanmasa — Nama Gus Yaqut terseret dalam dugaan korupsi kuota haji. Tapi PBNU? “Nggak ada urusannya,” kata Gus Yahya, Jumat siang (9/1/2026), di Jakarta.

Gus Yahya, Sekjen PBNU, bicara terang soal ini. Ia minta jangan ada yang ikut-ikut menyeret organisasi ke ranah pribadi.

“Yang di periksa itu orang, bukan institusi. Jangan di bawa-bawa ke PBNU,” ujarnya. Singkat, padat, tanpa basa-basi.

PBNU: Kita Bukan Bagian dari Itu

Dalam penjelasannya, ia menekankan satu hal: saat Gus Yaqut menjabat Menteri Agama, semua keputusan di ambil dalam kapasitasnya sebagai pejabat negara.

“Kalau ada apa-apa, ya itu urusan dia dengan hukum. Kita di PBNU nggak pernah terlibat,” katanya.

Organisasi, lanjutnya, tidak akan ikut campur. Tidak juga ingin memengaruhi proses hukum. “Biar berjalan sesuai aturan saja.”

Tegas Tapi Datar

PBNU, kata Gus Yahya, menghormati kerja penegak hukum. Tapi di sisi lain, mereka juga nggak mau di catut-catut. “Kalau ada kesalahan pribadi, ya itu tanggung jawab pribadi.”

Tak ada pembelaan. Tak ada upaya menutupi.

Publik Di minta Tenang

Kepada masyarakat, Gus Yahya meminta satu hal: tenang. Jangan gegabah. Jangan buru-buru tarik kesimpulan.

“Serahkan ke penyidik, biarkan mereka bekerja. Kita tunggu saja hasilnya,” katanya.

Kasus Masih Di proses

Gus Yaqut sendiri sudah jadi tersangka. Status itu di umumkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah menyelidiki dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pembagian kuota haji 2024.

Ada kuota tambahan. Ada yang janggal. KPK melihat potensi kerugian negara dari situ.

Belum ada vonis. Belum ada putusan. Yang ada baru proses. Gus Yaqut masih di periksa. Beberapa pihak lain juga di panggil. Dan sejauh ini, semuanya masih berjalan.