Nasional

BNPB Percepat Pembangunan Huntara untuk Korban Bencana di Sumatera

liputanmasa – Pekerjaan diburu waktu. Di sejumlah wilayah di Sumatera, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah ngebut bangun hunian sementara—huntara—untuk warga yang rumahnya rusak kena bencana.

Bukan kerja biasa. Tim di lapangan bisa bekerja sampai 18 jam sehari.

“Kami kejar terus, supaya mereka bisa segera punya tempat berteduh lagi,” kata seorang petugas BNPB di lokasi, Jumat pagi.

Huntara Jadi Prioritas, Aktivitas Warga Harus Jalan Lagi

Jumlah warga terdampak besar. Banyak yang kehilangan tempat tinggal. Tak bisa menunggu lama.

Itu kenapa BNPB dorong percepatan. Huntara di harapkan bisa segera di tempati, biar pemulihan tidak molor.

Jam Kerja Diperpanjang, Sumber Daya Ditambah

Proyek ini di kebut. Pola kerja di susun shift panjang. Tim teknis di gilir.

“Tidak ada jeda. Kami atur supaya pengerjaan terus jalan,” ujar perwakilan BNPB dari tim logistik.

Tambahan pekerja juga di kerahkan. Biar bisa selesai sesuai target. Tapi tetap di jaga, kualitas bangunan jangan sampai asal-asalan.

“Ini memang sementara, tapi harus tetap layak dan aman,” katanya.

Fasilitas Dasar Harus Siap

Tidak cuma bangunan. BNPB pastikan kebutuhan dasar warga ikut di siapkan.

Air bersih. Sanitasi. Semua itu bagian dari skema huntara. Karena di kondisi darurat, kesehatan gampang terganggu kalau itu di abaikan.

“Tempat tinggal bisa di bangun, tapi kalau enggak ada air, itu masalah besar,” ucap seorang relawan di lokasi pembangunan.

Koordinasi di Daerah Masih Jadi Tantangan

Di lapangan, BNPB jalan bareng pemda. Mulai dari cari lokasi, atur logistik, sampai siapin pendampingan buat warga yang akan menempati.

Koordinasi ini penting. Kadang, lokasi huntara berbenturan dengan lahan masyarakat. Kadang juga akses jalan tidak memadai.

Tapi menurut BNPB, kerja sama terus di perkuat. Targetnya satu: masyarakat bisa kembali beraktivitas. Sambil menunggu bangunan permanen berdiri.