Gaya Hidup

Ajang Fashion dan Kecantikan IFA 2026 Kembali Digelar, Soroti Tren dan Industri Kreatif

liputanmasa.com – Riuh lampu panggung, aroma parfum yang samar di udara, dan deretan busana yang bergerak di atas runway. IFA 2026 kembali di gelar. Dunia fashion dan kecantikan berkumpul lagi dalam satu ruang—desainer, pemilik brand, pelaku UMKM, sampai konsumen yang ingin melihat langsung ke mana arah tren bergerak tahun ini.

Bukan sekadar pameran. Lebih dari itu.

Penyelenggara menyebut ajang ini memang di rancang sebagai titik temu. Tempat orang-orang industri kreatif saling bertukar ide, memamerkan karya, dan—tentu saja—mencari peluang. Runway show jadi magnet utama, menampilkan koleksi terbaru para desainer dari berbagai daerah. Di sisi lain, booth-booth brand kecantikan ramai oleh pengunjung yang ingin mencoba produk, bertanya, bahkan langsung membeli.

Tren jadi kata yang sering di ulang selama acara. Tren warna, tren siluet, tren makeup. Tapi bukan cuma soal gaya yang berubah-ubah. IFA 2026 juga menyoroti bagaimana industri ini bergerak secara bisnis. Ada diskusi soal pemasaran digital, soal strategi membangun brand di tengah persaingan platform online, sampai inovasi produk yang menyesuaikan selera pasar yang cepat bergeser.

Seminar dan lokakarya ikut meramaikan agenda. Pembicara dari berbagai latar belakang berbagi pengalaman—ada yang membahas transformasi digital, ada pula yang mengulas pentingnya storytelling dalam membangun identitas merek. Tahun ini, pelaku usaha kecil dan menengah mendapat perhatian khusus. UMKM tidak lagi sekadar pelengkap, tapi bagian penting dari ekosistem yang ingin di perkuat.

Di sela-sela acara, terlihat kolaborasi mulai terjalin. Kartu nama berpindah tangan. Percakapan serius terjadi di sudut-sudut ruangan. Karena pada akhirnya, ajang seperti ini bukan hanya tentang tampil di panggung, tapi juga tentang membangun jejaring.

Penyelenggara berharap IFA 2026 bisa mendorong pertumbuhan sektor kreatif—itu yang di sampaikan. Industri fashion dan kecantikan di Indonesia di nilai terus berkembang, dan butuh ruang seperti ini agar tetap relevan dan berkelanjutan. Bukan hanya mengikuti tren global, tapi juga membangun identitas sendiri.

Acara ini di buka untuk umum selama beberapa hari. Pengunjung bisa memilih ingin menyaksikan peragaan busana, mengikuti diskusi, atau sekadar berkeliling melihat pameran. Dinamika industri kreatif terasa nyata di sini—berubah cepat, penuh warna, dan, seperti biasa, tak pernah benar-benar diam.