Polda Metro Jaya Bentuk FKPMS di 11 Sekolah, Upaya Baru Meredam Perundungan dari Akar Masalahnya
liputanmasa – Di Jakarta, upaya menekan kasus perundungan di sekolah tampaknya memasuki babak baru. Polda Metro Jaya resmi memperkenalkan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat Sekolah—FKPMS—sebuah wadah yang, kalau di lihat dari cara mereka menjelaskannya, bukan sekadar program seremonial yang selesai setelah foto bersama. Forum ini langsung di terapkan di 11 sekolah pertama sebagai semacam percobaan awal, atau mungkin fondasi.
Gagasannya sederhana, meski praktiknya jelas tidak sesederhana itu: polisi, guru, orang tua, dan siswa duduk dalam satu lingkaran komunikasi. Tidak menunggu masalah pecah dulu baru ribut. FKPMS di harapkan jadi tempat mengobrolkan keresahan yang biasanya hanya terdengar di lorong-lorong sekolah—tentang gesekan antarpelajar. Soal candaan yang berubah jadi kekerasan, hingga isu yang seringnya luput dari radar orang dewasa.
Kepolisian menekankan bahwa urusan perundungan ini tidak bisa di serahkan pada satu pihak saja. Pola pikir “biar sekolah yang urus” atau “nanti orang tua yang menegur” sudah tidak relevan. Mereka ingin pendekatan kolaboratif: edukasi untuk siswa, pembekalan untuk guru, komunikasi lebih aktif dengan orang tua, dan tentu saja kehadiran polisi dalam peran edukatif, bukan intimidatif.
Kegiatan FKPMS akan berkisar pada sosialisasi dampak perundungan—yang sering di anggap sepele padahal bisa merusak mental anak bertahun-tahun—serta cara mengantisipasi konflik kecil sebelum berubah jadi masalah besar. Sekolah di dorong lebih peka, lebih cepat mendeteksi tanda-tanda awal yang biasanya muncul samar-samar.
Harapannya cukup jelas: sinergi yang selama ini terdengar sebagai jargon akhirnya bekerja. Polisi ingin di lihat bukan hanya sebagai pihak yang turun tangan saat masalah meledak, tetapi mitra yang menjaga ruang belajar tetap aman, nyaman, dan manusiawi.
Kalau program ini berjalan sesuai rencana, pencegahan perundungan tidak lagi bersifat reaktif. Ia tumbuh dari kesadaran bersama—dan itu, kata mereka, langkah yang jauh lebih berkelanjutan.
