Ekonomi & Bisnis

Indonesia dan UEA Bahas Kerja Sama Pengembangan Pusat Data hingga Waste to Energy

liputanmasa.com — Pemerintah Indonesia dan Uni Emirat Arab kembali duduk bareng. Kali ini membahas peluang kerja sama strategis. Topiknya beragam, mulai dari pusat data sampai proyek pengolahan sampah jadi energi.

Pertemuan itu jadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi investasi dan alih teknologi. Dua hal yang belakangan makin krusial, apalagi di tengah dorongan digitalisasi dan transisi energi.

Pusat data jadi bahasan awal. Indonesia menyoroti potensi pasarnya yang besar. UEA menanggapi dengan tawaran kapasitas investasi dan pengalaman di sektor infrastruktur digital.

Kebutuhan layanan digital makin tinggi. Pemerintah melihat ini sebagai celah yang harus segera diisi, terutama lewat kerja sama luar negeri.

Tapi bukan cuma soal server. Bidang lain juga di bahas. Waste to energy—pengolahan sampah jadi energi—masuk radar pembicaraan. Proyek semacam ini di nilai penting, terutama di kota-kota besar yang menghadapi krisis pengelolaan limbah.

Pemerintah bilang, kerja sama ini harus lebih dari sekadar pendanaan. Alih teknologi dan peningkatan kapasitas SDM lokal juga harus jadi prioritas.

UEA sendiri menyatakan minat serius. Mereka ingin perluas portofolio investasinya di Indonesia. Terutama di sektor yang punya dampak panjang, bukan cuma untung cepat.

Kedua pihak sepakat, ini bukan obrolan sekali duduk. Komunikasi teknis akan di lanjutkan untuk membahas detail dan tindak lanjut proyek-proyek yang di bicarakan.