Ekonomi & Bisnis

Bappenas Susun Peta Jalan Perkuat Mentalitas Bangsa, Fondasi Pembangunan Era Baru

liputanmasa – Di kantor Planologi di Menteng, tumpukan dokumen strategis bergeser—bukan soal jalan tol atau bendungan, melainkan cetak biru mengubah cara pikir warga. Bappenas menamainya “kerangka strategis penguatan mentalitas masyarakat”, bahasa teknis untuk misi sederhana namun berat: membangun kepala dan hati sebelum membangun beton.

Logikanya terang. Infrastruktur fisik bisa berdiri dalam hitungan tahun, tapi daya tahan bangsa di ukur oleh karakter warganya—adaptif saat krisis, produktif tanpa di suruh, berdaya saing ketika pasar luar mengetuk. Bappenas hendak menanam benih itu melalui jalur pendidikan, gerakan budaya, hingga program sosial yang saling kait.

Kerangka di susun lintas meja: pakar pendidikan merancang kurikulum keberanian gagal, budayawan menyiapkan kampanye “bangga produk lokal”, ekonom sosial menghitung insentif kewirausahaan. Semua di ikat target jangka panjang—bukan sekadar festival sesaat.

Masalahnya jelas: mentalitas bukan saklar on–off. Di butuhkan sinergi kementerian, pemerintah daerah, bahkan komunitas kecil di kampung. Karenanya, rencana aksi memuat skema partisipasi publik—forum warga, pelatihan peer-to-peer, sampai platform digital cerita sukses. Harapannya, perubahan hadir pelan tapi mantap, menetes dari pusat ke pinggiran.

Bappenas menegaskan naskah final bakal jadi panduan kebijakan 20-tahunan. Visi akhirnya—masyarakat tangguh yang tak gentar perubahan global—di pasang setara pentingnya dengan target angka pertumbuhan atau rasio infrastruktur. Sebab, kalau mental sudah kokoh, bata pembangunan fisik akan lebih mudah di susun.