Arus Balik Lebaran Masih Padati Jalur Pantura Cirebon hingga Kamis
liputanmasa – Kendaraan belum juga surut.
Sampai Kamis, jalur Pantura di Cirebon masih dijejali arus balik Lebaran. Dari pagi, antrean sudah terlihat di beberapa titik. Siang hari makin padat. Menjelang malam, bukannya lengang, justru lampu rem berjejer seperti garis merah tak putus.
Dinas Perhubungan mencatat volume kendaraan masih tinggi. Mayoritas mobil pribadi. Plat luar kota mendominasi. Orang-orang yang sebelumnya mudik kini kembali ke kota asal—ke Jakarta, ke Bandung, ke kota-kota industri di Jawa.
Pantura Cirebon memang jalur favorit. Sejak dulu begitu. Jalan lurus panjang, menghubungkan banyak daerah, dan relatif cepat jika kondisi normal. Masalahnya, momen arus balik jarang menghadirkan kata “normal”. Lonjakan kendaraan membuat beberapa simpul lalu lintas tersendat, terutama pada jam-jam sibuk.
Petugas tak tinggal diam. Rekayasa lalu lintas di berlakukan menyesuaikan situasi di lapangan. Pengaturan arus, buka-tutup jalur, hingga penempatan personel di titik rawan kemacetan di lakukan untuk menjaga pergerakan tetap mengalir, meski pelan. Sangat pelan, di beberapa titik.
Dishub menyebut kepadatan ini masih dalam kategori terkendali, meski jelas terasa padat bagi pengendara yang terjebak di dalamnya. Pengawasan terus di lakukan. Posko siaga berdiri. Petugas bersiaga—mengatur, mengarahkan, kadang membantu kendaraan yang mogok di pinggir jalan.
Pengendara di minta tetap waspada. Jangan memaksakan diri jika lelah. Patuhi rambu. Klise? Mungkin. Tapi di tengah arus padat seperti ini, satu kelalaian kecil bisa memicu antrean panjang.
Kepadatan di perkirakan belum sepenuhnya reda dalam waktu dekat. Arus balik masih berlangsung. Orang-orang masih dalam perjalanan kembali ke rutinitasnya. Selama itu pula, Pantura Cirebon akan tetap sibuk—penuh kendaraan, penuh cerita perjalanan, dan tentu saja, penuh kesabaran yang di uji.
