OJK Prediksi Penyaluran Pinjol Meningkat Jelang Ramadan
liputanmasa — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi penyaluran pinjol bakal naik jelang Ramadan.
Fenomena tahunan. Polanya berulang.
Masyarakat mulai bersiap. Kebutuhan konsumtif meningkat, dari yang sifatnya sosial sampai urusan lebaran.
Dalam keterangannya, OJK menyebut lonjakan penyaluran pinjaman online biasanya terjadi saat permintaan naik tajam. Ramadan dan libur panjang jadi momen utama.
Mereka yang butuh dana cepat, langsung buka aplikasi. Akses cepat, cair kilat. Tapi risikonya juga tidak kecil.
OJK bilang, tren ini dipantau ketat. Penyaluran memang tumbuh, tapi pengawasan jalan terus. Terutama ke penyelenggara platform.
Regulator wanti-wanti. Penyelenggara harus tetap patuh pada prinsip kehati-hatian. Jangan asal salur, apalagi tanpa melihat kemampuan bayar debitur.
Soal edukasi juga disinggung. Masyarakat diminta paham dulu soal bunga, denda, dan biaya tersembunyi sebelum klik tombol “ajukan”.
“Jangan asal pinjam. Cek syarat, hitung cicilan,” kira-kira begitu arahan OJK.
Prediksi kenaikan ini sejalan dengan pola konsumsi musiman. Tapi OJK juga mengingatkan: jangan cuma andalkan pinjol.
Kalau ada alternatif yang lebih murah atau masuk akal, kenapa tidak? Cicilan jangka pendek, bunga tinggi, bisa jadi beban baru.
Pengawasan terhadap pelaku pinjol terus berjalan. Tujuannya bukan cuma jaga stabilitas sektor keuangan. Tapi juga lindungi konsumen.
