Gaya Hidup

Kurang Serat Saat Puasa Berisiko Gangguan Pencernaan

liputanmasa.com – Banyak orang fokus menahan lapar dan haus saat puasa. Tapi jarang yang benar-benar memikirkan isi piringnya. Padahal, justru di situ persoalannya sering muncul.

Tenaga kesehatan mengingatkan, kekurangan serat selama puasa bisa berujung gangguan pencernaan. Keluhannya klasik. Perut terasa penuh, susah buang air besar, kadang kembung. Tidak berbahaya dalam banyak kasus, tapi jelas mengganggu.

Selama Ramadan, pola makan berubah drastis. Dari tiga kali sehari menjadi dua momen utama: sahur dan berbuka. Waktu makan sempit, pilihan sering kali impulsif. Gorengan hangat, minuman manis, makanan tinggi lemak—semuanya menggoda setelah seharian menahan lapar.

Masalahnya, serat sering tersingkir.

Padahal perannya tidak kecil. Serat membantu pergerakan usus tetap lancar. Ia juga menjaga keseimbangan bakteri baik di saluran cerna. Tanpa asupan cukup, proses pencernaan melambat. Tubuh terasa “berat”, meski secara teknis kita tidak makan lebih banyak dari biasanya.

Beberapa orang baru menyadari pentingnya serat setelah mengalami sembelit di minggu pertama puasa. Dan itu bukan kebetulan. Pola makan yang mendadak berubah, di tambah konsumsi makanan tinggi gula dan lemak saat berbuka, membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras.

Tenaga medis menyarankan hal yang sebenarnya sederhana: jangan lupakan sayur dan buah. Saat sahur, tambahkan sayuran hijau atau buah segar. Saat berbuka, sisipkan sumber serat sebelum atau setelah makanan utama. Biji-bijian utuh juga bisa jadi pilihan.

Air pun tak kalah penting. Serat bekerja optimal jika tubuh cukup cairan. Tanpa itu, justru bisa memperparah sembelit. Jadi bukan hanya soal apa yang di makan, tapi juga seberapa cukup kita minum setelah berbuka hingga sebelum imsak.

Menariknya, serat bukan hanya soal pencernaan. Ia membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil dan memberi rasa kenyang lebih lama. Artinya, energi bisa lebih terjaga sepanjang hari. Puasa pun terasa lebih ringan.

Sering kali gangguan pencernaan saat puasa di anggap hal biasa, bagian dari proses adaptasi. Padahal sebagian bisa di cegah. Kuncinya ada di pilihan makan yang mungkin terlihat sepele, tapi dampaknya terasa.

Puasa bukan sekadar menahan diri, tapi juga soal menjaga tubuh tetap seimbang. Dan serat—yang sering di lupakan itu—punya peran penting di dalamnya.