Nasional

Riza Chalid Buka Suara Soal Bisnis Sang Anak: “Ini Soal Dukungan, Bukan Campur Tangan”

liputanmasa.com – Kadang, jadi orang tua itu di lematis. Apalagi kalau anak masuk ke dunia bisnis—dunia yang penuh tafsir dan kecurigaan. Begitu juga yang dirasakan Riza Chalid.

Namanya kembali jadi pembicaraan. Bukan karena bisnisnya sendiri, tapi karena urusan anaknya, Kerry Chalid. Kerry sedang membangun usaha. Dan Riza? Ia bantu. Tapi di situlah titiknya: bantu, bukan ambil alih.

“Itu bentuk dukungan saya sebagai orang tua,” katanya. Santai tapi tegas. Riza merasa perlu menjelaskan, karena omongan sudah ke mana-mana. Beberapa menilai, mungkin ia terlalu terlibat. Mungkin ada pengaruh kekuasaan. Mungkin—tapi Riza buru-buru meluruskan.

Ia menyebut bantuan itu wajar. Dukungan seperti yang banyak orang tua lakukan: memberi arahan, kadang sedikit dorongan, kadang sekadar hadir. Tapi soal keputusan? Itu tetap ranah Kerry. Usaha itu, menurutnya, di bangun dan di jalankan sendiri oleh sang anak.

Ia tidak banyak mengungkap detail. Tidak pula membeberkan bentuk bantuan secara teknis. Tapi intinya: ia hanya ingin memastikan bahwa semua berjalan dalam koridor yang semestinya. Tidak lebih.

“Profesionalisme tetap nomor satu,” ujarnya, seperti ingin memagari ruang antara keluarga dan bisnis. Ia sadar betul, kalau publik sekarang lebih sensitif. Hubungan darah bisa saja dilihat sebagai pintu belakang. Maka, transparansi jadi penting. Supaya tidak ada yang salah paham.

Wajar jika muncul sorotan. Dunia usaha, terutama yang dijalani oleh mereka yang punya nama besar di belakangnya, memang selalu jadi bahan bisik-bisik. Tapi di sinilah Riza merasa perlu bicara. Bukan untuk membela, tapi untuk menjernihkan.

Karena kadang, diam justru memberi ruang pada asumsi. Dan itu yang ingin ia hindari.

Sampai sekarang, belum ada penjelasan tambahan. Tapi satu hal jelas: Riza tidak ingin bantuannya pada sang anak disalahartikan. Bagi dia, jadi orang tua itu mendukung, bukan mengendalikan. Titik.