Ekonomi & Bisnis

Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Surplus USD 2,66 Miliar pada November 2025

liputanmasa – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, neraca perdagangan Indonesia mencatat kelebihan ekspor atas impor sebesar USD 2,66 miliar pada November 2025.

Ini bukan yang pertama. Sudah 67 bulan berturut-turut Indonesia mengalami surplus. Rekor yang terus berlanjut.

Ekspor Masih Lebih Kuat

Ekspor tetap lebih tinggi dari impor. Itu poin pentingnya.

November kemarin, nilai barang dan komoditas yang keluar negeri masih mengungguli jumlah barang yang masuk.

Kondisi ini terus menahan neraca tetap di zona hijau.

Sektor ekspor jadi tumpuan. Komoditas unggulan masih punya pasar. Permintaan global, meski tak sekuat dulu, belum hilang.

Lebih dari Lima Tahun Tidak Minus

Kalau dihitung, 67 bulan itu artinya lebih dari lima tahun tanpa jeda.

Selama itu, neraca perdagangan Indonesia tak pernah defisit. Stabil. Konsisten.

Salah satu periode surplus terpanjang sepanjang sejarah perdagangan luar negeri kita.

Dampak ke Stabilitas Ekonomi

Surplus bukan cuma angka.

Ia bantu jaga nilai tukar. Pengaruh ke cadangan devisa juga ada.

Ruang fiskal dan moneter jadi lebih fleksibel. Pemerintah punya nafas.

Tapi pengamat mengingatkan: tren ini bisa berubah.

Tantangannya banyak. Harga komoditas fluktuatif. Ekonomi global juga belum pasti arahnya.

Jadi, tetap perlu waspada. Ekspor harus dijaga. Impor dikelola.