Bos Lululemon Mundur, Suasana Internal Memanas, Penjualan Lesu
Calvin McDonald bakal mundur dari kursi CEO Lululemon akhir Januari 2026. Langkah ini muncul di tengah performa penjualan yang nggak maksimal dan tekanan dari dalam maupun luar perusahaan.
VANCOUVER — Kabar mengejutkan datang dari Lululemon. CEO mereka, Calvin McDonald, mutusin buat mundur. Resminya per 31 Januari tahun depan. Dia udah pegang jabatan itu sejak 2018.
Pihak Lululemon bilang McDonald bakal bantu transisi dulu sampai Maret. Jadi nggak langsung cabut total. Katanya biar proses pergantian lancar.
Walau secara global angka penjualan masih naik, kondisi di Amerika Utara beda cerita. Penurunan mulai terasa. Saingan juga makin gencar dari brand-brand lain yang main di pasar athleisure.
Belum lagi Chip Wilson, pendiri Lululemon, juga beberapa kali buka suara. Dia bilang strategi bisnis sekarang agak melenceng. Inovasi produk juga di nilai kurang berani.
Uniknya, pas pengumuman pengunduran diri ini keluar, saham Lululemon malah naik. Mungkin karena investor berharap arah baru bakal lebih segar dan agresif.
Untuk sementara, posisi CEO bakal di isi bareng sama Meghan Frank (CFO) dan André Maestrini (Chief Commercial Officer). Mereka berdua jadi co-CEO sambil nunggu pengganti tetap.
McDonald sendiri selama ini di kenal berhasil bawa Lululemon ekspansi global dan dorong pertumbuhan signifikan. Tapi, belakangan tantangan makin kompleks. Tekanan dari pasar, suara internal, sampai ekspektasi pemegang saham terus naik.
